Kamis, 23 Agustus 2012

Memancing di sungai Musi


Sungai Musi merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera yaitu sepanjang 750 km. Hulu sungai ini berada di Kepahiyang propinsi Bengkulu dan bermuara di Laut Bangka di Palembang propinsi Sumatera Selatan. Ada 8  buah sungai besar yang bermuara di Sungai Musi, Sungai Komering, Lawas, Leko, Lakitan, Kelingi, Lawas, Semangus, dan Sungai Ogan. Lebar sungai musi bekisar antara 5 - 20 meter, sungai ini sering di lalui kapal-kapal pengangkut kayu dan barang lainnya.

Jenis ikan yang hidup di sungai ini sangatlah beragam seperti :
  1. Ikan Tapa
  2. Baung
  3. Gabus
  4. Juara (Mirip ikan patin tetapi patilnya berbisa, apa bila terkena patilnya bagian tubuh yang terkena bisa matirasa selama 4 jam)
  5. Patin
  6. Putih/Semak
  7. Lampan
  8. Tembakang
  9. Tawes/Rass
  10. Tiluk/Tilan/Sili
  11. Botia
  12. Pari (air tawar)
  13. Buntal (air tawar)
  14. Lidah-lidah (air tawar)
  15. dll
Kita harus sedikit hati-hati terhadap ikan tertentu, seperti, Ikan Baung memiliki patil yang beracun rendah, Ikan Juara memiliki patil yang beracun sedang, Ikan Tilan api pada bagian sirip punggung berduri tajam.

Memancing:
Tujuan memancing kami (9 orang) kali ini berjarak sekitar 120 km dari Kota Curup Propinsi Bengkulu, kami berangkat dari kota Curup  Jam 2 dini hari, sampai di Sekayu kabupaten Musi Banyu Asin Propinsi Sumatera Selatan sekitar jam 6:30 pagi,  mengambil peralatan pancing berserta alat pendukung lainnya masing-masing dan langsung berpencar masing-masing 2 orang dan langsung mencari hotspot yang cocok.
Saat kami memancing memang buka saat yang tepat, musi kemarau menyebabkan debet sungai menyusut hingga setengahnya saja. Lubuk tempat kami memancing kedalaman normalnya dapat mencapai 6 sampai 7 meter, saat itu hanya bekisar 3 - 5 meter saja. Kemarau yang menyebabkan debit air berkurang ini merupakan saat yang tepat bagi penduduk sekitar untuk mencari ikan, dengan cara memasang jaring, menjala, memasang bubu, dan terkadang masih saja ada penduduk sekitar yang menggunakan tuba untuk mendapatkan ikan. Tuba merupakan racun ikan tradisional yang terbuat dari akar tumbuhan tuba.
Karena aktivitas penduduk yang setiap hari mencari ikan tadi membuat ikan takut untuk keluar dari persembunyiannya, atau turun mengikuti aliran sungai mencari perairan yang lebih dalam.

Saat memancing yang tepat adalah pada saat awal musing kemarau, yaitu saat sungai mulai menyusut debit airnya.  Atau saat sehari setelah terjadi hujan setelah beberapa hari tidak hujan, saat hujan biasanya ikan akan berada di tepi sungai dan tidak bisa mencari makan, setelah hujan berhenti dan aliran sungai sedikit tenang dan jerinih berulah ikan mencari makan saat itu lah ikan sedang lapar-laparnya merupakan saat yang baik dalam memancing. Kendala bagi yang hoby memancing memang dalam mendapatkan moment yang tepat untuk memancing. Saat moment itu datang belum tentu kita memiliki waktu untuk memancing, dan belum tentu itu terjadi saat hari libur.

Umpan
  1. Kucur/ Kocor, Baung
  2. Cacing, ikan di sungai merupakan ikan liar sehingga sebagian besar menyukai cacing,
  3. Pisang, Ikan Patin besar (5 kg an)

Gambar Ikan


 


Betutu                                                 Botia
                                           



Baung                                                  Tawes


Tilan Api



Salam Strike>>>>>>>


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar