Sabtu, 24 Maret 2012

PEMBUTAN KOLAM AGAR TIDAK MUDAH BOCOR

   Pembuatan Kolam
       Adukan Semen dan Pengacian/Plester
Kolam bagi sebagian orang mempunyai daya tarik tersendiri yang dapat menyejukkan bagi jiwa-jiwa yang lelah setelah beraktifitas seharian di luar rumah. Dalam pembuatannya perlu diperhatikan beberapa hal agar tidak banyak masalah di kemudian hari yang malah menambah beban bagi yang memilikinya.
Bahan dasar kolam adalah semen, diperlukan konstruksi yang baik agar kolam kuat dan kokoh, jika pengerjaannya kurang baik dinding kolam akan mudah bocor. Hal yang paling dasar yang harus kita perhatikan adalah pada adukan semen, dalam membuat adukan semen, saat mencampur semen dengan pasir, pasir haruslah dalam keadaan kering ini bertujuan agar campuran pasir dan semen lebih muda rata. Sebelum dicampur air, campuran semen dan pasirnya harus rata terlebih dahulu. Yang sering terjadi, kita/tukang menambahkan air padahal campuran semen dan pasir belum rata. Padahal, semen dan pasir yang tidak tercampur rata membuat kualitas permukaan dinding jadi tidak sama. Ada bagian yang kuat, dan ada bagian yang mudah rontok. Bagian yang mudah rontok ini lah yang sering membuat kolam mudah bocor. Aduk semen dengan pasir hingga rata, dan jika sudah rata buatlah lubang di tengah-tengahnya. Lubang tersebutlah yang nantinya akan diisi air. Air yang digunakan jangan terlalu banyak dan juga jangan terlalu sedikit karena akan mempengaruhi kualitas adukan semen.
Dalam membuat adukan, komposisi semen dengan pasir untuk pasangan bata sebaiknya   1 : 2, untuk acian/plester dinding komposisi pasir dan semen 1:1. Acian dinding yang menggunakan semen saja biasanya mudah mengalami retak-retak rambut. Untuk lantai komposisi semen dan pasir kasar sebesar 1:1 dengan ketebalan 2 sampai 3 cm sudah cukup. Setelah acian dinding kering sebaiknya diaci tipis kembali dengan semen saja sedangkan untuk lantai tidak perlu.

Perkiraan Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan kolam
 untuk :
Pasir
Semen
Batu Bata
:
:
:

1 kubik pasir (tergantung luasnya)
satu sak semen ± 2 m2 dinding
untuk per m2 dinding dibutuhkan ± 70 buah bata
Untuk tepatnya jumlah bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kolam sebaiknya dikonsultasikan atau ditanyakan langsung dengan tukang. Atau lebih baik tukang professional saja yang mengerjakan kita tinggal menentukan komposisi adukan untuk pasangan batanya dan acian/plesteran dinding. Kalau tidak kita tentukan tukang akan menggunakan komposisi adukan semen pasir untuk pasangan bata dan acian pembuatan rumah yang biasanya kurang tepat untuk pembuatan kolam.
Pondasi merupakan suatu yang penting dalam menentukan kekuatan sebuah bangunan begitu pula pada sebuah kolam. Tidak tergantung pada kolam yang kita buat besar atau kecil pondasi tetaplah harus ada. Dalam pembuatan pondasi kita dapat menggunakan batu kali atau menggunakan batu bata juga tidak jadi masalah. Dengan adanya pondasi resiko keretakan pada dinding kolam akan berkurang. Setelah itu, pemasang bata rapi dan sejajar juga tidak kalah pentingnya dengan pondasi, yang akan menambah kekuatan kolam.
Setelah seluruh dinding kolam jadi, sebelum penyemenan dasar kolam sebaiknya dipadatkan terlebih dahulu, sehingga tidak ada celah antara tanah dan dasar kolam nantinya. Diamkan selama satu hari, perhatikan pada dasar kolam apakah terdapat lubang semut (sarang), jika ada kita harus membasminya terlebih dahulu dengan cara meneteskan minyak tanah ke lubang tersebut. Ini dilakukan agar tidak ada kebocoran yang dikarenakan semut yang mencari jalan keluar setelah lantai di semen. Setelah dipastikan tidak ada lagi sarang semut barulah pengacian lantai dilakukan, ketebalan lantai 3 cm atau lebih. Untuk kolam yang panjangnya 3m atau lebih sebaiknya di tengah-tengah lantainya diberi pondasi tambahan. Setelah selesai pengacian semua bagian kolam dibiarkan sampai mengering.
Pelapisan dengan aqua proof  berbahan dasar amoniak atau silicon sangat tidak dianjurkan karena bahan tersebut dapat meracuni ikan, lebih tepat kalau kita menggunakan aqua proof khusus untuk kolam ikan. Lagi pula dinding kolam yang tidak dilapisi aqua proof akan ditumbuhi lumut yang merupakan makanan alami ikan.
Kolam semen yang baru jadi tidak bisa digunakan langsung karena semen yang bersifat panas dan sisa semen yang tidak menempel akan bercampur dengan air dapat menyebabkan ikan mati. Kolam harus dicuci atau dibersihkan dulu dengan air. Isi kolam dengan air lalu dinding kolam dilap dengan kain agar sisa-sisa semen yang tidak menempel hilang semuanya, kuras kolam bilas lagi sampai bersih lalu keringkan dan isi kembali dengan air bersih.
Sifat ikan yang gemar menggesekkan tubuhnya perlu diwaspadai. Dinding kolam yang bertekstur kasar bisa membuat bagian tubuh ikan terluka. Setelah kolam bersih dasarnya diberi pasir dan batuan kecil, sampai menutupi seluruh bagian dasar kolam. Isi lah kolam dengan air, pasang aerator dan penyaring lalu biarkan kolam tersebut selama beberapa hari barulah ikan dapat dimasukkan ke kolam. Dibiarkan beberapa hari dimaksudkan untuk menurunkan kadar pH air serta memberi kesempatan jasad-jasad renik untuk tumbuh di dasar kolam sebagai makanan alami ikan.
Setelah kolam tidak mudah bocor yang tidak kalah penting adalah Sistem Penyaring air, Kolam Pengendapan, Penetral pH sederhana dan Penyaring Alami (biofilter).

Luas Kolam
Luas kolam, kedalaman kolam, sirkulasi air, oksigen untuk ikan, filterisasi, kualitas air, dan area sekitar kolam semua saling berkaitan satu dengan yang lain.  
Menentukan luas kolam yang dapat kita buat tentu saja harus disesuaikan dengan lahan yang tersedia agar keberadaan kolam seimbang dengan komponen rumah lainnya, serta fungsi/tujuan pembuatan kolam itu dan nantinya berkaitan juga pada jenis ikan yang akan dipelihara. Kolam kecil dengan penempatan yang tepat serta ditata dengan baik akan menghasilkan keindahan yang dapat memanjakan mata yang memandangnya. Sehingga memiliki lahan sempit bukanlah halangan bagi kita untuk memiliki kolam indah nan asri. 
 Bentuk Kolam
Bentuk kolam dapat dibuat sesuai dengan minat anda bentuk segiempat, segitiga, ataupun melingkar atau tidak beraturan sekalipun, selama ditambahkan system penyaring air, bentuk tidak lah menjadi masalah. Kolam berbentuk persegi sangat cocok untuk lahan yang sempit karena semua lahan dapat dioptimalkan untuk membangun kolam. Bentuk kolam persegi memang terlihat kaku untuk itu perlu ditambahkan aksesoris kolam, seperti air mancur, atau pun tanaman air.

  Penempatan Kolam
Ada beberapa hal-hal yang harus diperhatikan dalam penempatan kolam agar keberadaan kolam tidak merusak estetika hunian. Maksudnya, hunian memiliki aspek ruangan yang tidak boleh diganggu fungsi dan efisiensinya. Membuat kolam di sembarang tempat, bukan hanya mempersempit ruangan, tapi juga bisa merusak pemandangan.
Beberapa aspek yang bisa kita pertimbangkan dalam menetapkan lokasi kolam seperti terkena matahari langsung atau tidak, tidak berada di bawah pohon besar, tidak dekat dengan jalan masuk ke rumah, dan lain-lain yang dapat merusak estetika rumah.


Jika ada pertanyaan mengenai posting ini bisa di tuliskan pada kolom komentar......

6 komentar:

  1. Wow, campuran semennya mantep. Aquaproff bisa gak laku kalo komposisinya demikian hehehe

    BalasHapus
  2. iya, jika untuk kolam ikan saya gak pernah menggunakan aquaproff krn dapat meracuni ikan, jika menggunakan aquaproff khusus hrgnya mahal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Kurniawan Riyadi, coba mas tolong dibahas kolam tandon beton, yang sepertinya ini merupakan terobosan yang bisa juga diaplikasikan untuk kolam ikan budidaya. Bagaimana bahan, besi beton yang digunakan, komposisinya dan kekuatannya. makasih.

      Hapus
    2. Bisa diaplikasikan pada kolam budi daya, karena saya pernah coba memasukkan ikan lele pada kolam hias saya ini sebanyak 500 ekor dan hasilnya dalam 3 bulan sudah bisa di panen..... asalkan penyaring dan kolam pengendapannya di rawat.

      Hapus
  3. Tidak pake terpal atau plastik untuk bahan anti rembes..?
    Percayalah, saya sudah bikin dengan cara kurang lebih seperti dalam tulisan ini. Namun ada jenis lumut tertentu yang membuat batu/semen sekeras apapun akan menjadi merapuh, dan akan berpotensi munculnya rembesan pada permukaan semen scr perlahan.

    Bbrp ahli kolam yang saya tahu, selalu memberikan plastik (dari jenis yang tebal namun lemas) dari dasar (setelah pondasi) sampai batas air yang diinginkan. Baru kemudian di tutup dengan kreasi batuan pada mortal atau adukan semen-pasir manual spt di atas..
    Terima kasih..

    BalasHapus
  4. kalo sudah di aquaproof saya timpa lagi cat khusus untuk kolam gimana gan

    BalasHapus