Rabu, 28 Maret 2012

Kendala Memiliki Kolam dan Pemecahannya


A. KENDALA
Kendala memiliki kolam semen cukup banyak, dan kebanyakan orang tidak mengetahui cara pemecahannya, sehingga akan berpikir dua kali untuk membuatnya,
Kendala yang sering dialami :
1)      Air yang menghijau alias tidak jernih,
2)      Biasanya kolam setelah beberapa tahun atau bahkan beberapa bulan saja sudah mulai bocor,
3)      Ikan selalu di permukaan dikarenakan oksigen dalam air yang kurang
4)      Penyakit /pH air
5)    Adanya jentik-jentik nyamuk juga merupakan salah satu pertimbangan untuk tidak membuat kolam semen di dekat rumah
6)      Kodok

B. PEMECAHAN MASALAH

1)      Air Kolam Hijau/ Keruh
Kita sering mendapati sebuah kolam yang terbuat dari semen hanya dapat melihat air yang berwarna kecoklatan atau kehijauan bahkan hijau pekat, tanpa dapat melihat ikan di dalamnya. Lantas apa gunanya kita memiliki kolam ? Warna air yang hijau disebabkan oleh lumut yang mengapung di air, jika lumut tersebut tumbuh di dinding kolam malam dapat menjadi makanan bagi ikan. lumut yang mengapung di air ini tumbuh disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
   a.  Letak kolam yang terkena matahari langsung
Sinar matahari sebenarnya sangat berpengaruh pada kecerahan dari warna sisik ikan. Akan tetapi bila kolam tidak memiliki system penyaringair yang baik sebaiknya letak kolam tidak terkena matahari langsung (di dalam rumah), kita dapat mengganti penyinaran dengan lampu pijar.
   b.  Masuknya air hujan
Di atas kolam bisa kita pasangi atap transparan.
   c.  Tidak adanya sirkulasi air
Sirkulasi air yang baik dapat diperoleh dengan penambahan  penyaring air, baik yang buatan maupun alami atau keduannya. Dengan itu walaupun kolam kita terkena matahari langsung air kolam tidak akan berwarna hijau.
   d.   Jenis ikan yang kotorannya mudah menyebabkan air menjadi hijau.
Pemilihan jenis ikan seperti ikan mas, patin, lele, gurami merupakan  beberapa ikan yang tidak mudah menyebabkan perubahan warna air, sehingga kita dapat menikmati memiliki kolam dan dapat melihat ikan berenang kesana-kemari bukan hanya melihat air hijau atau cokelat saja. Sedangkan ikan yang kotorannya mudah menyebabkan air berwarna hijau adalah ikan nila.
   e.       Populasi ikan
Populasi ikan berbanding lurus dengan kotorannya semakin banyak ikan semakin banyak pula kotorannya sehingga melebihi daya bersih penyaring air sebaiknya dengan padat tebar 5 - 10 ekor/m2. Sebagai contoh jika kita memiliki kolam berukuran  1,5 x 3 m, berarti kita memiliki 4,5  m2 berarti dapat diisi 45 – 50 ekor dengan catatan sampai usia 6 – 7 bulan (usia dewasa/konsumsi) setelah berusia itu jumlah ikan hendaknya dikurangi.
Semua faktor penyebab air kolam berwarna hijau/keruh kecuali populasi ikan dapat diatasi bila kita memiliki system penyaring air yang baik.

2)      Kolam Bocor
Kolam yang  mudah bocor biasanya dalam pembuatannya kurang tepat dalam perbandingan semen dan pasir untuk pasangan bata bukan hanya pada aciannya saja, perbandingan pasir dan semen sangat menentukan ketahanan kolam. Acian dengan perbandingan semen pasir 1 : 1 dapat mencegah terjadinya kebocoran ini. Memang kita akan mengeluarkan biaya lebih tapi itu lebih baik dari kita terus menerus menambal kolam yang bocor lebih lengkapnya sudah dijelaskan di bagian PembuatanKolam.
Kebocoran dapat juga terjadi dikarenakan akar pohon yang menembus dinding kolam sehingga menyebabkan keretakan. Terutama pohon papaya, akar pohon papaya dapat dengan mudah dan relative lebih cepat membuat dinding kolam kita retak dan bahkan kalau kita biarkan dapat merobohkan dinding kolam. Sebaiknya pohon di sekitar kolam berukuran sedang sebagai perindang di pinggir kolam seperti Kamboja Jepang, hindari pohon yang berbatang keras dan yang mudah rontok daunnya.
Jika terjadi kebocoran, perhatikan batas terendah ketinggian air kolam, maka sudah pasti kebocoran terjadi tidak jauh dari batas terendah air tersebut. Kurangi debit air kolam, lalu cari kebocoran tersebut, tandai, setelah semua kebocoran kita temukan barulah kita tambal kebocoran tersebut dengan semen.
Retak rambut pada dinding kolam juga dapat mengurangi debit air kolam, ini dapat diatasi dengan lem khusus untuk kolam yang tidak mengandung amoniak (yang berbahan amoniak), karena dapat meracuni penghuni kolam.
3)      Kekurangan Oksigen dalam Air
Ikan selalu di permukaan bisa dikarenakan kekuarangan oksigen yang disebabkan oleh gas yang dihasilkan oleh kotoran dan urien ikan (amoniak). Dapat pula karena tidak memakai system penyaringan yang benar. Kekurangan oksigen dalam air dapat diatasi dengan cara:
a.      Pengaliran udara ke dalam air untuk meningkatkan kandungan oksigen dengan memancarkan air atau melewatkan gelembung udara ke dalam air disebut proses Aerasi, sedangkan alatnya bernama Aerator.
b.   Pastikan saringan dan aerator bekerja dengan benar. Sirkulasi air harus berjalan dengan baik. Menambahkan air segar ke dalam kolam atau penambahan air dari air hujan dari atap rumah yang disalurkan ke kolam sehingga air berganti. Untuk jenis ikan mas Koki atau ikan mas Comets  dianjurkan untuk tidak menambahkan air hujan karena dapat menyebabkan penyakit. Sedang untuk jenis mas Koi atau ikan mas biasa tidak terpengaruh oleh penambahan air hujan di kolam.
c.  Tambahan tanaman air juga efektif meningkatkan kadar oksigen dalam air melalui proses fotosintesis.

4)      Penyakit /pH air
Pada awal saya memiliki kolam, bila memelihara ikan mas comets tidak lama kemudian ikan tersebut mati, ternyata ini disebabkan oleh kadar pH air hujan yang relative rendah. Air hujan dari atap rumah sengaja saya salurkan sebagian ke kolam. Dengan masuknya air hujan ke kolam mengakibatkan pH air menjadi rendah, pH air yang rendah mengakibatkan ikan mudah terserang penyakit. pH air hujan yang rendah juga dapat mengganggu pertumbuhan dan menurunkan nafsu makan ikan.
Arang biasanya digunakan dalam industri rumah tangga berupa bahan bakar, selain itu juga digunakan sebagai campuran media tanam bagi tanaman Anggrek. Arang mempunyai pori yang efektif untuk mengikat dan menyimpan hara dalam tanah. Pemberian arang pada lahan marjinal dapat membangun dan meningkatkan kesuburan tanah. Arang dapat meningkatkan fungsi sirkulasi udara dan air, menetralkan pH tanah, menyerap kelebihan CO2 dalam tanah, hara dalam arang kompos akan dilepaskan secara perlahan sesuai dengan kebutuhan tanaman, hara tidak mudah tercuci sehingga akan selalu ada dalam kondisi siap pakai bagi tanaman. Arang dapat  juga digunakan untuk menetralkan pH dan menyerap COdalam air.
Menaikkan pH dapat dilakukan dengan memberikan aerasi yang intensif, melewatkan air melewati pecahan kerikil dan arang, pecahan kulit kerang atau potongan batu kapur. Atau dengan menambahkan dekorasi berbahan dasar kapur seperti tufa, atau pasir kerikil. Atau dengan melakukan penggantian air. Penambahan alat penetral pH sederhana dapat mengatasi masalah ini.
Jika kita melihat ikan kesayangan kita mengapung tidak aktif mencari makan itu serta sisik yang tidak cerah itu tandanya ikan terserang penyakit yang biasanya terkena virus. Ikan yang sehat selalu aktif mencari makan sehingga jarang di permukaan. Guna mengatasi serangan virus, larutkan obat Enro 0,15 ml, 200 gram garam ikan pada 3 liter air masukkan ikan yang terserang penyakit ke dalam larutan tersebut selama 30 menit.

5)      Nyamuk
Kita semua pasti sudah mengenal seranga kecil satu ini ia suka menggigit dan mendengung di telinga saat kita mau tidur. Ya nyamuk, beberapa jenis nyamuk merupakan pembawa penyakit seperti demam berdarah ataupun malaria.  Nyamuk sangat senang bertelur pada air yang menggenang dan kolam merupakan tempat yang sempurna sehingga mereka akan dengan senang hati bertelur di sana. Setelah telur-telur itu menetas jadilah mereka jentik-jentik kecil yang bergerak. Jentik-jentik nyamuk merupakan makan bagi ikan tertentu, tapi tidak bagi semua ikan. Ikan nila, cupang (ikan aduan), merupakan beberapa ikan-ikan yang memakan jentik nyamuk. Jika kita memelihara ikan mas, koi, atau lele sebaiknya kita masukkan juga ikan nila seekor atau beberapa ikan cupang untuk memakan jentik-jentik tersebut. Air yang bersih memudahkan ikan untuk menemukan jenitik-jentik nyamuk, sehingga sangatlah penting dalam menjaga kebersihan kolam. Bersihkan kolam secara berkala supaya tidak bau atau dengan penambahan air segar juga bisa, sekali dalam sebulan, cukuplah untuk merawat kolam.

6)      Kodok
Kodok merupakan hewan ampibi, pada saat bereproduksi kodok akan mencari air untuk bertelur (biasanya pada malam hari), gemericik air di kolam membimbing kodok jantan ke sana. Kodok jantan akan bernyanyi untuk memanggil betinanya. Dan saat keduanya bertemu kodok jantan akan memeluk erat punggung betina dan merangsang betinanya untuk mengeluarkan telur pada saat bersamaan mengeluarkan seperma untuk membuahi telur tersebut. Setelah telur berada di air dalam beberapa hari telur akan menetas menjadi berudu atau kecebong yang mirip dengan ikan bernapas menggunakan insang, dari setiap pasangan dapat menghasilkan ratusan ekor kecebong. Bayangkan jika ada lima atau enam pasang maka jumlah sangat banyak, dan kecebong bisa memenuhi kolam.
Kecebong membutuhkan oksigen juga sehingga dapat mengganggu penghuni lain yang ada di kolam, apa lagi jika musim hujan jumlahnya akan lebih banyak lagi. Dalam mengatasi masalah kodok, kita harus menutupi jalan masuk kodok dewasa ke kolam. Saluran air biasanya menjadi jalan masuk, tutup dengan menggunakan kawat kasa yang biasa digunakan untuk membuat kandang ayam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar