A. KENDALA
Kendala memiliki kolam semen
cukup banyak, dan kebanyakan orang tidak mengetahui cara pemecahannya, sehingga
akan berpikir dua kali untuk membuatnya,
Kendala yang
sering dialami :
1)
Air yang menghijau alias tidak jernih,
2)
Biasanya kolam setelah beberapa tahun atau bahkan beberapa bulan saja sudah mulai bocor,
3)
Ikan selalu di permukaan dikarenakan oksigen dalam
air yang kurang
4)
Penyakit /pH air
5)
Adanya jentik-jentik nyamuk juga merupakan salah
satu pertimbangan untuk tidak membuat kolam semen di dekat rumah
6)
Kodok
1)
Air Kolam
Hijau/ Keruh
Kita sering mendapati sebuah kolam yang terbuat dari
semen hanya dapat melihat air yang berwarna kecoklatan atau kehijauan bahkan hijau
pekat, tanpa dapat melihat ikan di dalamnya. Lantas apa gunanya kita memiliki
kolam ? Warna air yang hijau disebabkan oleh lumut yang mengapung di air, jika
lumut tersebut tumbuh di dinding kolam malam dapat menjadi makanan bagi ikan. lumut
yang mengapung di air ini tumbuh disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
a.
Letak kolam yang terkena matahari langsung
Sinar matahari sebenarnya sangat berpengaruh pada kecerahan
dari warna sisik ikan. Akan tetapi bila kolam tidak memiliki system penyaringair yang baik sebaiknya letak kolam tidak terkena matahari langsung (di dalam
rumah), kita dapat mengganti penyinaran dengan lampu pijar.
b.
Masuknya air hujan
Di atas kolam bisa kita pasangi atap transparan.
c.
Tidak adanya sirkulasi air
Sirkulasi air yang baik dapat diperoleh dengan
penambahan penyaring air, baik yang
buatan maupun alami atau keduannya. Dengan itu walaupun kolam kita terkena
matahari langsung air kolam tidak akan berwarna hijau.
d.
Jenis ikan yang kotorannya mudah menyebabkan air
menjadi hijau.
Pemilihan jenis ikan seperti ikan mas, patin, lele, gurami
merupakan beberapa ikan yang tidak mudah
menyebabkan perubahan warna air, sehingga kita dapat menikmati memiliki kolam
dan dapat melihat ikan berenang kesana-kemari bukan hanya melihat air hijau
atau cokelat saja. Sedangkan ikan yang kotorannya mudah menyebabkan air
berwarna hijau adalah ikan nila.
e.
Populasi ikan
Populasi ikan
berbanding lurus dengan kotorannya semakin banyak ikan semakin banyak pula
kotorannya sehingga melebihi daya bersih penyaring air sebaiknya dengan padat
tebar 5 - 10 ekor/m2. Sebagai contoh jika kita memiliki kolam
berukuran 1,5 x 3 m, berarti kita
memiliki 4,5 m2 berarti dapat
diisi 45 – 50 ekor dengan catatan sampai usia 6 – 7 bulan (usia dewasa/konsumsi)
setelah berusia itu jumlah ikan hendaknya dikurangi.
Semua faktor penyebab air kolam berwarna hijau/keruh
kecuali populasi ikan dapat diatasi bila kita memiliki system penyaring air
yang baik.
2)
Kolam
Bocor
Kolam yang
mudah bocor biasanya dalam pembuatannya kurang tepat dalam perbandingan
semen dan pasir untuk pasangan bata bukan hanya pada aciannya saja,
perbandingan pasir dan semen sangat menentukan ketahanan kolam. Acian dengan
perbandingan semen pasir 1 : 1 dapat mencegah terjadinya kebocoran ini. Memang
kita akan mengeluarkan biaya lebih tapi itu lebih baik dari kita terus menerus
menambal kolam yang bocor lebih lengkapnya sudah dijelaskan di bagian PembuatanKolam.
Kebocoran dapat juga terjadi dikarenakan akar pohon
yang menembus dinding kolam sehingga menyebabkan keretakan. Terutama pohon
papaya, akar pohon papaya dapat dengan mudah dan relative lebih cepat membuat
dinding kolam kita retak dan bahkan kalau kita biarkan dapat merobohkan dinding
kolam. Sebaiknya pohon di sekitar kolam berukuran sedang sebagai perindang di
pinggir kolam seperti Kamboja Jepang, hindari pohon yang berbatang keras dan
yang mudah rontok daunnya.
Jika terjadi kebocoran, perhatikan batas terendah
ketinggian air kolam, maka sudah pasti kebocoran terjadi tidak jauh dari batas
terendah air tersebut. Kurangi debit air kolam, lalu cari kebocoran tersebut,
tandai, setelah semua kebocoran kita temukan barulah kita tambal kebocoran
tersebut dengan semen.
Retak rambut pada dinding kolam juga dapat
mengurangi debit air kolam, ini dapat diatasi dengan lem khusus untuk kolam yang tidak mengandung amoniak (yang berbahan amoniak), karena dapat meracuni penghuni kolam.
3)
Kekurangan
Oksigen dalam Air
Ikan selalu di permukaan bisa dikarenakan
kekuarangan oksigen yang disebabkan oleh gas yang dihasilkan oleh kotoran dan
urien ikan (amoniak). Dapat pula karena tidak memakai system penyaringan yang
benar. Kekurangan oksigen dalam air dapat diatasi dengan cara:
a.
Pengaliran
udara ke dalam air untuk meningkatkan kandungan oksigen dengan memancarkan air
atau melewatkan gelembung udara ke dalam air disebut proses Aerasi, sedangkan
alatnya bernama Aerator.
b.
Pastikan saringan dan aerator bekerja dengan
benar. Sirkulasi air harus berjalan dengan baik. Menambahkan air segar ke dalam
kolam atau penambahan air dari air hujan dari atap rumah yang disalurkan ke
kolam sehingga air berganti. Untuk jenis ikan mas Koki atau ikan mas Comets dianjurkan untuk tidak menambahkan air hujan karena
dapat menyebabkan penyakit. Sedang untuk jenis mas Koi atau ikan mas biasa tidak
terpengaruh oleh penambahan air hujan di kolam.
c. Tambahan
tanaman air juga efektif meningkatkan kadar oksigen dalam air melalui proses
fotosintesis.
4)
Penyakit
/pH air
Pada awal saya
memiliki kolam, bila memelihara ikan mas comets tidak lama kemudian ikan
tersebut mati, ternyata ini disebabkan oleh kadar pH air hujan yang relative
rendah. Air hujan dari atap rumah sengaja saya salurkan sebagian ke kolam.
Dengan masuknya air hujan ke kolam mengakibatkan pH air menjadi rendah, pH air
yang rendah mengakibatkan ikan mudah terserang penyakit. pH air hujan
yang rendah juga dapat mengganggu pertumbuhan dan menurunkan nafsu makan ikan.
Arang biasanya digunakan dalam industri
rumah tangga berupa bahan bakar, selain itu juga digunakan sebagai campuran
media tanam bagi tanaman Anggrek. Arang mempunyai pori yang efektif untuk
mengikat dan menyimpan hara dalam tanah. Pemberian arang pada lahan marjinal
dapat membangun dan meningkatkan kesuburan tanah. Arang dapat meningkatkan
fungsi sirkulasi udara dan air, menetralkan pH tanah, menyerap kelebihan CO2
dalam tanah, hara dalam arang kompos akan dilepaskan secara perlahan sesuai
dengan kebutuhan tanaman, hara tidak mudah tercuci sehingga akan selalu ada
dalam kondisi siap pakai bagi tanaman. Arang dapat juga digunakan untuk menetralkan pH dan
menyerap CO2 dalam air.
Menaikkan pH dapat
dilakukan dengan memberikan aerasi yang intensif, melewatkan air melewati
pecahan kerikil dan arang, pecahan kulit kerang atau potongan batu kapur. Atau
dengan menambahkan dekorasi berbahan dasar kapur seperti tufa, atau pasir kerikil. Atau
dengan melakukan penggantian air. Penambahan alat penetral pH sederhana
dapat mengatasi masalah ini.
Jika kita melihat ikan kesayangan kita mengapung
tidak aktif mencari makan itu serta sisik yang tidak cerah itu tandanya ikan
terserang penyakit yang biasanya terkena virus. Ikan yang sehat selalu aktif
mencari makan sehingga jarang di permukaan. Guna mengatasi serangan virus,
larutkan obat Enro 0,15 ml, 200 gram garam ikan pada 3 liter air masukkan ikan
yang terserang penyakit ke dalam larutan tersebut selama 30 menit.
5)
Nyamuk
Kita semua pasti sudah mengenal seranga kecil satu
ini ia suka menggigit dan mendengung di telinga saat kita mau tidur. Ya nyamuk,
beberapa jenis nyamuk merupakan pembawa penyakit seperti demam berdarah ataupun
malaria. Nyamuk sangat senang bertelur
pada air yang menggenang dan kolam merupakan tempat yang sempurna sehingga
mereka akan dengan senang hati bertelur di sana. Setelah telur-telur itu
menetas jadilah mereka jentik-jentik kecil yang bergerak. Jentik-jentik nyamuk merupakan
makan bagi ikan tertentu, tapi tidak bagi semua ikan. Ikan nila, cupang (ikan
aduan), merupakan beberapa ikan-ikan yang memakan jentik nyamuk. Jika kita
memelihara ikan mas, koi, atau lele sebaiknya kita masukkan juga ikan nila
seekor atau beberapa ikan cupang untuk memakan jentik-jentik tersebut. Air yang bersih memudahkan ikan untuk
menemukan jenitik-jentik nyamuk, sehingga sangatlah penting dalam menjaga
kebersihan kolam. Bersihkan kolam secara berkala supaya tidak bau atau dengan
penambahan air segar juga bisa, sekali dalam sebulan, cukuplah untuk merawat
kolam.
6)
Kodok
Kodok merupakan hewan ampibi, pada saat bereproduksi
kodok akan mencari air untuk bertelur (biasanya pada malam hari), gemericik air
di kolam membimbing kodok jantan ke sana. Kodok jantan akan bernyanyi untuk
memanggil betinanya. Dan saat keduanya bertemu kodok jantan akan memeluk erat
punggung betina dan merangsang betinanya untuk mengeluarkan telur pada saat
bersamaan mengeluarkan seperma untuk membuahi telur tersebut. Setelah telur
berada di air dalam beberapa hari telur akan menetas menjadi berudu atau
kecebong yang mirip dengan ikan bernapas menggunakan insang, dari setiap
pasangan dapat menghasilkan ratusan ekor kecebong. Bayangkan jika ada lima atau
enam pasang maka jumlah sangat banyak, dan kecebong bisa memenuhi kolam.
Kecebong membutuhkan oksigen juga sehingga dapat
mengganggu penghuni lain yang ada di kolam, apa lagi jika musim hujan jumlahnya
akan lebih banyak lagi. Dalam mengatasi masalah kodok, kita harus menutupi
jalan masuk kodok dewasa ke kolam. Saluran air biasanya menjadi jalan masuk,
tutup dengan menggunakan kawat kasa yang biasa digunakan untuk membuat kandang ayam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar